Senin, 22 November 2010

Pembangunan Bandara HST Mulai Dikaji

(Berita Daerah - Kaliamantan) - Pemerintah daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan (Kalsel) pada tahun ini mulai mengkaji rencana pembangunan bandar udara (bandara) di kabupaten itu.

Proyek pembangunan bandara itu pada tahun ini memasuki tahap studi awal, ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) HST, Akhmad Tamzil, Jumat.

"Dalam Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RARPJP) yang telah kita susun, pengerjaan proyek pembangunan bandara akan dimulai pada tahun anggaran 2015-2020," ujarnya di Barabai, ibu kota HST, sekitar 165 km utara Banjarmasin.

Ia mengatakan, dalam rentang waktu tahun anggaran itu, diharapkan pengerjaan proyek pembangunan mencapai 20 persen selesai.

"Pengerjaan proyek pembangunan Bandara direncanakan akan selesai pada tahap IV dari RPJP ditahun anggaran 2020-2025," katanya.

Keberadaan sebuah bandara di wilayah HST dipandang sebagai kebutuhan untuk menunjang laju perekonomian daerah.

"HST sebagai daerah yang mengandalkan perekonomian dari perdagangan dan jasa, akan sangat terbantu dengan adanya sebuah bandara," tambahnya.

Untuk pemenuhan kebutuhan itulah, Bappeda HST membuat perencanaan pembangunan bandara itu.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan HST, Ali Rahman mengatakan bila pembangunan bandara merupakan solusi tepat dan cerdas.

"Letak geografis HST yang jauh dari laut, membuat rencana pembangunan bandara sebagai kemungkinan yang paling logis," katanya.

Namun, menurutnya, untuk menentukan di mana lokasi untuk membangun bandara itu harus dilakukan studi kelayakan terlebih dahulu.

"Ada dua kecamatan yang memungkinkan dan strategis sebagai lokasi pembangunan bandara, yaitu Kecamatan Haruyan dan Labuan Amas Selatan (LAS)," ujarnya.

Pemilihan kedua kecamatan itu didasari letak geografisnya yang berada tepat di tengah-tengah wilayah Banua Anam, yang terdiri dari enam kabupaten. Sedang dari Kota Barabai sendiri, kedua kecamatan itu hanya berjarak sekitar 25 kilometer.

Dengan posisi geografis kedua kecamatan sebagai pusat, menjadikannya mudah untuk dijangkau, bukan hanya dari Kota Barabai, tetapi juga dari seluruh penjuru kota-kota yang ada di wilayah Banua Anam.

Pembanguan bandara itu sendiri akan menjadi mega proyek yang dalam pengerjaannya akan mengikutsertakan lima kabupaten lain selain HST, di lingkup wilayah Banua Anam.

"Ke depannya akan terbentuk kerja sama antar kabupaten di Banua Aman. Sehingga nantinya akan ada istilah Bapatamkara yang merupakan singkatan dari Barabai, Paringin, Tanjuang, Amuntai, Kandangan dan Rantau, seperti Jabotabek di pulau Jawa," tambahnya.

Ke depannya, keberadaan bandara tidak hanya akan memberikan kemudahan bagi warga HST dan lima kabupaten lainnya, tetapi juga akan menguntungkan provinsi tetangga.

Khususnya kabupaten-kabupaten yang berdekatan seperti Barito Selatan, Barito Timur, dan Barito Utara di Kalimantan Tengah serta Pasir di Kalimantan Timur. Warga di beberapa kabupaten di provinsi tetangga itu tidak perlu lagi ke Kota Banjarmasin untuk bepergian menggunakan pesawat terbang.

Dengan begitu, katanya, secara ekonomi jauh lebih menguntungkan dibandingkan keadaan sekarang ini.
 sumber:
http://vibizconsulting.com/column/index/regional/18673/berita_kalimantan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan sopan