Jumat, 12 September 2014

MENCORET JALAN HARUYAN

SUNGGUH SANGAT TIDAK KEREN



Jalan adalah sebuah fasilitas, fasilitas umum tentunya bagi masyarakat pada umumnya dan warga haruyan pada khususnya, fasilitas tersebut telah tercoret-coret seperti yang ada di jalan Divisi IV ALRI RT.3 Desa Haruyan Kecamatan Haruyan Kab. HST (dekat simp.4 haruyan), sungguh perbuatan yang tidak bertanggung jawab sama sekali.  Aku perkirakan pelaku melakukan pencoretan tersebut baru dua hari yang lalu, kejadiannya mungkin tengah malam disaat orang-orang telah sepi untuk berlalu lalang dijalan itu.
Entah apa maksud si pelaku melakukannya, ada hubungannya kah dengan politik?, ada hubungannya kah dengan kejadian yang baru-baru ini terjadi? Atau ini sebuah siasat “adu domba” atau bisa juga “mengkambinghitamkan” antar kubu yang pernah terjadi perselisihan?, atau mungkin juga ini hanya sekedar iseng cari sensasi atau cari muka saja, kalau itu benar maka sungguh SANGAT tidak keren sama sekali masa jalan dicoret dengan tulisan “JANGAN MAURUSI AKU BONGOLAE” yang bahasa Indonesia-nya “Jangan Urusi aku Bodoh ya….” (kira-kira begitu translate nya).
Hal ini bisa menyebabkan orang yang diluar warga Haruyan bisa menilai dan melihat bahwa masyarakat desa Haruyan sungguh tidak cerdas, si pelaku adalah orang yang mudah tersinggung emosinya dan pelaku adalah orang yang tidak bisa diberi nasehat atau dikritik perilaku dan perbuatannya, makanya ia nulis yang begituan disitu, untuk menebar fitnah adu domba diwilayah Desa Haruyan.
Bermacam-macam prediksi dari teman-temanku tadi, yang tentu sudah melihat hal tersebut.  Ada yang bilang memang gak keren sama sekali dengan menulis kalimat itu di atas aspal dangan sebuah cat piloks warna putih, ada yang bilang merusak, ada yang bilang lagi itu tindakan pengecut seseorang yang lagi galau karena bertengkar dengan suami atau isterinya (hahaha).  Kalau perkiraanku, tulisan itu sangat tidak rapi, ada kegiatan yang sangat tergesak-gesak saat melakukannya dan kesannya terlihat seperti dibuat-buat, dibuat-buat oleh siapa? ……masih dalam perkiraanku saja, dan tidak ada maksud untuk menuduh siapapun.  Tulisan itu terlihat atau dapat dibaca (dipertengahan RT) kalau kita menuju dari arah RT. 1 ke RT. 6, mungkin si palaku bisa saja dari RT. 1, 2 dan 3 atau kemungkinan bisa juga terjadi si pelaku dari RT. 6.  Sejauh ini, itu hanya prediksiku saja kan, aku tidak menuduh siapapun sebagai pelakunya. Karena segala kemungkinan bisa terjadi, mungkin saja pelaku dari luar wilayah Haruyan.
Bagi siapapun dan dimanapun orang dari Desa Haruyan yang membaca blog ku ini, inilah wajah kampung kita saat ini, inilah wajah orang-orang pengecut warga Haruyan, orang yang tidak berani bertanggung jawab dengan perbuatannya.

Penulis:
Rudini Syapitri (Rudi Restu Bumi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan sopan